NAJMIDEAS, Bekasi - Salah satu persiapan awal dalam memulai pembangunan proyek khususnya perumahan, Adalah pengukuran lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Indonesia. Kali ini Tim PT Central Mulia Properti (CMP) berkesempatan mendapatkan penawaran lahan yang berlokasi di daerah Srimukti, Tambun Utara, Bekasi. Adapun petugas Tim Pelaksana ukur kali ini adalah sahabat dekat dari Komisaris PT CMP yaitu Kang Dadang. Beliau datang dari Cikarang Bekasi. Tentunya pengukuran dilaksanakan pada jam 11.00 WIB. Alat ukur resmi yang disiapkan pun diantarannya;
1. Theodolite : Alat untuk mengukur sudut horizontal dan vertikal dalam ketelitian sudut lahan.
2. Pita Ukur : Alat manual yang terbuat dari fiber mirip meteran cuma perlu 2 orang untuk mengoperasikannya.
3. GPS Geodetik : Alat ini berbasis GNSS (Global Navigation Satellite System) bekerja seperti drone dengan tingkat akurasi tinggi hingga skala milimeter atau centimeter dalam penentuan titik tanah.
4. Disto Meter : Alat digital untuk mengukur jarak, luas dan volume secara cepat (membantu pita ukur) dalam memastikan pengukuran.
![]() |
Kiri: Distometer Leica D2, Kanan: Theodolite DE 2AL |
Dari hasil ukur lahan ini, ialah luas lahan 4586 Meter dengan bentuk lahan letter L. Sehingga dengan ini tercapai kepastian batas tanah, topografi serta struktur tanah datar dan bebas sengketa. Karena sertifikat SHM dan sudah dilakukan Stake Out.
Sebelumnya Stake Out adalah proses untuk memastikan kontruksi sesuai rancangan teknis melalui pemindahan titik krusial kordinat, garis dan batas pada gambar hasil ukur lahan yang ditandai dengan patok cat atau marker berwarna merah.
![]() |
| Kiri: GNSS Sinognss T300 Comnav, Kanan: Pita 50 meter WOIRX |
Manfaat stake out, diantaranya;
1. Penentuan titik tanah yang siap dibangun perumahan atau proyek agar tidak melewati batas tanah sekitarnya.
2. Memposisikan titik pas untuk bangunan dan pondasi sesuai gambar kerja.
3. Menjadi acuan untuk para pekerja dalam membangun di lahan tanah tersebut.
4. Pematangan Cut and Fill alias gali dan urug, guna perataan tanah dengan memangkas bagian tanah yang tinggi (cut) dan memindahkan tanahnya ke area rendah (fill). Biasanya dilakukan dengan Backhoe atau excavator.
5. Validasi karena dalam proses ukur lahan kali ini dihadiri oleh RT/RW.
Secara geografis lahan yang di ukur oleh tim PT CMP ini adalah lahan tanah kebun darat, ditambah sudah terbentuk badan jalan selebar 6 meter. Tentunya ini memudahkan proses percepatan dalam tahap awal pembangunan kavling perumahan.
Lokasi yang strategis dengan selling point dekat ke Toll Gabus, SPBU Pertamina, Sarana pendidikan yaitun SMK Negeri 1 Tambun Utara, Safera Salon, Sarana Ibadah Masjid Ummu Faishal, Pasar Gabus, Alfamidi Suropati, Toko Yoehan Busana, Toko Mas Sugeng, Alkafi Frozen Food, Toko Bangunan Mitra Utama dan Depo Air Isi Ulang serta tempat kulineran pun tersedia.
![]() |
Petugas Ukur BPN Kab. Bekasi (Foto Istimewa) |
Banyak pula perumahan komersil disekitar area lahan seperti Kavling Bumi Mutiara Sejahtera 2, Suropati Residence, Permata Rizqi Residence, Kayla Residence dan Mentari Sky Village. Ini bisa menjadi ladang bisnis penjualan perumahan yang cukup Worth It karena sudah cukup ramai penduduk. Menurut penulis disini banyaknya penduduk bisa berdampak positif pada suatu wilayah kelurahan, adapun dampaknya yaitu;
1. Skala ekonomi meningkat dari mikro menuju makro karena banyaknya transaksi perputaran uang dari jasa dan barang atau makanan yang di perjual-belikan.
2. Pertumbuhan ekonomi lokal mendorong pribumi untuk berwirausaha guna menunjang kebutuhan dan keinginan masyarakat pendatang perumahan.
3. Sumber daya manusia berlimpah yang bisa terberdayakan dalam pembangunan infrasrtuktur dan industri di area sekitar bertempat tinggal.
4. Menjadi sarana pertukaran budaya yang merupakan hasil interaksi sosial masyarakat pendatang perumahan dengan pribumi.
Mengingat lahan ini berada di kawasan Kali Gabus yang telah di revitalisasi oleh gurbernur Jawa Barat akrab disapa KDM alias Kang Dedi Mulyadi. Revitalisasi ini berfokus pada normalisasi sungai dari hulu ke hilir dan pembongkaran bangunan di atas tanah pengairan yang menyebabkan banjir bermusim di sekitaran area gabus tambun utara bekasi.
![]() |
| Tim Kang Dadang BPN, Tokoh Masyarakat, Tim CMP (Foto Istimewa) |
Revitalisasi sudah dimulai sejak April 2025, Dalam upaya lainnya juga pemerintah melakukan penghancuran jembatan sempit, membangun tanggul, menata ulan fasilitas sekolah yang melanggar area sempadan sungai dan memperbaiki drainase.
Itulah hal-hal yang berkaitan dengan proses pengukuran lahan untuk pembangunan perumahan komersil PT CMP. Selanjutnya menuju tahap negosiasi harga per meter untuk dapat harga pas dan perizinan dengan para aparat terkait. Apabila ada match kesepakatan maka akan dilanjutkan pembangunan sesuai arahan komisaris PT CMP Bapak Mohammad Reza Adrian, Imbuhnya.





Comments
Post a Comment